Cerita Mistis Pendakian Gunung Ciremai

Cerita Mistis Pendakian Gunung Ciremai

Cerita Mistis Pendakian Gunung Ciremai – Gunung Ciremai, dataran tertinggi Jawa anggota barat yang terhitung favorit target pendakian. Kunjungan pendaki kerap melonjak kala musim liburan serta dua momen perlu yakni agustusan dan tahun baru. Tatkala pendakian, tubuh dipaksa bekerja keras berlangsung dan menghambat beban logistik hingga batas maksimal kemampuannya. Lelah, penat dan lemas pasti menghinggapi pendaki. Saat inilah asumsi kosong yang kadang kala mendatangkan halusinasi. Tak ayal banyak sekali kisah mistis yang menyelimuti gunung Ciremai. Baik cerita mistis yang dialami oleh para pendaki rela pun cerita yang kita dengar berasal dari warga setempat.

Cerita Mistis Pendakian Gunung Ciremai

Cerita Mistis Pendakian Gunung Ciremai

ercolinamilanesi.com – Seperti yang dituturkan Abah Indi (60), pengelola jalur pendakian Apuy, Argamukti, Argapura, Majalengka kerap menerima “laporan” berasal dari pendaki yang mengalami perihal ganjil.

“Dari Pos V, Sanghyang Rangkah sebenarnya kerap terdengar sayup-sayup suara gamelan”, ungkap Abah Indi kala ditemui di pos pendakian,

“Banyak pendaki jadi heran dengan bunyi gamelan tersebut. judibolalive99 Padahal di kira-kira ini tidak ada hajatan”, seloroh Abah Indi melanjutkan ceritanya.

Abah Indi terhitung bercerita perihal banyaknya korban jiwa manusia dan hewan akibat kerja paksa di perkebunan kira-kira Apuy pada era penjajahan Belanda dan Jepang. Mayat mereka tak dikuburkan melainkan dibiarkan tergeletak hingga membusuk. Berbeda dengan Arjuna (20), pendaki asal Cirebon yang tidak mendengar alunan gamelan misterius tadi. Tapi dirinya mengaku mengalami perihal aneh kala menapaki jalur pendakian Apuy dengan tiga temannya dini hari kemarin (8/11).

“Seekor burung hitam dan tawon hitam mengikuti kita berasal dari pos VIhingga hampir ke puncak. Sungguh aneh dan sedikit menakutkan dikarenakan ini pengalaman pertama mendaki dengan ditemani satwa. Mereka seolah membuktikan jalan”, tutur Arjuna.
juga mengalami perihal aneh kala menapaki jalur pendakian Apuy lebih dari satu kala lalu.

Kejadian itu menyebabkan bulu kuduk Arjuna dan kawan-kawannya berdiri kecemasan sekaligus pengalaman yang mengesankan. “Insiden” tersebut terhitung pasti menjadi kisah menarik yang di ceritakan ulang kepada pendaki lain supaya timbulah mistis. Burung hitam yang dimaksud tadi ialah Anis Gunung (Turdus poliochephalus), burung tipe pemakan cacing. Banyak cacing bermunculan akibat sisa makanan yang ditinggalkan pendaki.

Kelelahan kala mendaki kadang menyebabkan otak kita sulit berpikir jernih. Nah, perihal semacam inilah buah pikir “fatamorgana” yang luar nalar dan logika. Meski demikian, kehidupan alam gaib yang berlainan dimensi, area dan kala dengan kita sebenarnya terlampau ada

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *